Semakin bertambah usia seorang gadis semakin cantik dan matang. Ibarat bunga dia semakin mekar hingga siapapun yang melihatnya ingin memetik dan mencium keharumannya. Semakin kokoh batang dan daunnya hingga tak mudah oatah meski diterpa angin. Begitulah kira-kira perumpamaan untuk Grasindo. 29 tahun sudah usianya bukan usia yang muda untuk sebuah penerbit. Ibarat orangtua, Grasindo sudah makan asam garamnya dunia penerbitan dan jatuh bangun membangun bisnis yang semula fokus pada buku pelajaran, kini melahirkan buku-buku yang bermutu.

Sambutan dari GM Publishing 3, R. Suhartono menjadi pembuka acara perayaan ulangtahun ke-29 Grasindo. Beliau mengatakan bahwa, ” Seperti tahun-tahun sebelumnya kami selalu meiliki tema. Kali ini tema kami adalah passionately innovating yang artinya “berinovasilah dengan sepenuh hati dan cinta.” karena statement ini bisa dijadikan spirit kami sebagai positioning Grasindo sejak kami berdiri sampai hari ini dan nantinya yang akan datang inovasi Grasindo adalah nafasnya. Karena 29-30 tahun yang lalu Grasindo mendapat tugas yang khusus untuk buku-buku sekolah dan harus berinovasi sejak awal. Dan salah satu inovasi kami dulu adalah buku CBSA – Cara Belajar Siswa Aktif. Jika saja saat itu ada lomba inovasi, tentu itu akan diikutkan, dan tenti saja Grasindo akan juara. Karena dalam perjalanannya pun Grasindo masih tetap pada buku sekolah, namun pada perjalanannya sangat agak sulit ketika pemerintah sering gonta-ganti peraturan dan kurikulum. Hingga pada saat tertentu Grasindo tidak sanggup lagi mengikuti perkembangan yang sedemikian bergejolaknya. Maka saat itu Mas Priyo memberikan saran agar Grasindo untuk mencoba menerbitkan buku fiksi dan non fiksi yang bisa dijual di toko buku. Alhamdulillah sekarang Grasindo sudah masuk dalam daftar 5 besar suplier terbesar di Indonesia dan harapannya Grasindo bisa masuk dalam 3 besar. Ketika mendapat tantangan dari Gramedia Challenge, kami mengeluarkan inovasi leson.id yang sekarang menjadi andalan Grasindo di masa depan. ada modul, fitur yang menggunakan platform . Mr Timothy inilah yang akan membantu kami mengembangkan leson.id

Wandi S. Brata sebagai Direktur Penerbitan Gramedia mengatakan bahwa tagline ” Seabad lalu ekonom Austria Joseph A. Schumpeter mengatakan bahwa creative destruction, teorinya adalah semakin maju sebuah negara maka distruction makin kuat. Peter Ducker mengatakan bahwa leader salah satunya adalah creative lead distruc, hancurkan yang kita punya untuk membuat sesuatu. Abad kita adalah abad yang linear dan tidak kontinyu. Pengembangan terus menerus ktidak cukup. Kata kuncinya bukan mengembangkan dengan kebih baik tapi mengganti dengan yang lebih baik. Pesaing kita sekarang bukan penerbit, pesaing kita adalah yang kemarin tidak kita anggap pesaing. Contoh di mall sekarang tidak ada tukang parkir karena semua sudah melalui tap kartu. Maka cocok sekali tema Grasindo kali ini Passionately Innovating. Semoga dengan tema kali ini Grasindo semakin maju ke depannya.

Usia 29 tahun ini pun ditandai dengan kerjasama Grasindo dengan leson.id. Anton Herutomo selaku Project Lead leson.id mengatakan bahwa platform belajar online leson.id hadir di Indonesia menggandeng Grasindo. Leson.id adalah sebuah startup, leson.id bisa menjadi kekuatan kita. dengan channel yang luas kenapa nggak kita mulai dengan niche practice, best practice, Ada 5 hal yang ingin saya sampaikan tentang leson.id, yaitu awalnya leson.id dibangun dari pemenang International Championship. Use chase mengerjakan soal ini bagus karena Indonesia nomor

Acara ditutup dengan penyerahan secara simbolik antara Pak Anton dengan Mr. Timothy Y selaku CEO SNAPASK. Dan penyerahan tumpeng dari para senior kepada yunior sebagai tanda bahwa Gramedia dan Grasindo siap bertranspormasi dan menyerahkan estafet kepemimpinan dari senior pada ynuior dengan tetap menjunjung tinggi visi misi Grasindo dan Gramedia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here