Mengais makna filosofis yang mendalam dari fungsi dan manfaat noken dalam kearifan lokal masyarakat pulau Cendrawasih, maka pemilihan pendekatan fotografi dalam penyebaran sosialisasinya adalah suatu keputusan yang cerdas.

Papua. Mendengar namanya terbayang masyarakat terbelakang, tinggal di pegunungan, berburu, perang antar suku, dan Freeport. Tak banyak yang saya ketahui tentang Papua selain Freeport dan konflik antar suku tak berkesudahan. Entahlah, saya seperti merasa bersalah tak tahu banyak apa dan bagaimana kehidupan masyarakat Papua selain dari media televisi dan cetak. Rasanya kesibukan di Jakarta menghabiskan waktu hingga tak ada sisa untuk sekedar mengintip bagaimana sebenarnya kehidupan saudara-saudara di Pulau Cenderawasih. Rasanya antara Jakarta dan Papua seperti ada jurang yang memisahkan. Yang satu mewah dengan gemerlapnya lampu dan fasilitas modern, sedang di ujung sana mewah dengan kegelapan dan kesunyian.

Namun, kerinduan tentang Papua yang belum tersampaikan akhirnya sedikit terobati dengan adanya Pameran foto “PENJAGA PERADABAN : Dari POLRI untuk Papua” yang berlangsung sejak tanggal 13-24 Mei 2019 di lantai 3 Perpustakaan Nasional RI, Jl. Medan Merdeka Selatan No. 11 Jakarta Selatan. Pameran foto yang unik karena empat fotografernya adalah anggota polisi yang bertugas di Papua.

Satgas Binmas Noken.

Noken bagi orang Papua bukan hanya sekedar tas, kantong, atau wadah untuk membawa barang. Secara kultural Noken merupakan pemersatu keanekaragaman suku dan adat budaya orang Papua. Bentuk dan bahan baku Noken yang unik juga bernilai filosofi tinggi. Bahan baku dari kulit kayu, akar atau batang ilalang, sangat ramah lingkungan. Dengan bentuknya yang lentur sering diidentikkan dengan kemampuan menampung banyak barang.

Nama Satgas Binmas Noken berasal dari Kapolri Jendral Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, saat menggagas pendekatan kesejahteraan untuk menangani gangguan kemanan di Papua. Dan pameran foto ini menjadi saksi bagaimana Binmas Noken membaur bersama masyarakat tanpa batas. Trauma konflik pada anak-anak terekam jelas pada foto dimana masih ada rasa takut pada wajah anak-anak. Namun, wajah ceria jelas tergambarkan saat polisi mengajak bermain di tanah luas.

Pameran foto Binmas Noken ini menjadi saksi lewat foto-foto bagaimana mereka mengadakan pendekatan lunak selama Polri di Papua. Binmas menampung keluh kesah berbagai persoalan, baik soal keamanan, hukum dan sosial ekonomi. Binmas Noken juga memfasilitasi pembuatan peternakan …

Upaya preventif dan preemptif dalam program – program Binmas Noken diharapkan dapat mengubah rasa saling curiga menjadi saling mempercayai, mengasihi, guna terwujudnya perdamaian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here