Orangtua yang berhasil bukanlah orangtua yang hanya meninggalkan harta berlimpah untuk anak – anaknya, namun mewariskan pendidikan yang terbaik sebagai bekal hidup menjadi manusia bermartabat, baik di dunia maupun di akhirat”

Hal inilah yang sekiranya ingin disampaikan Madina Islamic School pada acara “Graduation Day 2019 – Striving for Succes” pada 20 Juni 2019 di Balai Sudirman, Jakarta Selatan. Graduation Day yang diikuti oleh siswa tingkat TK – SMP ini sebagai bentuk apresiasi MIS pada siswa-siswi yang sudah belajar dengan tekun selama setahun.

Bapak Riyanto Sofyan selaku Pendiri dan Ketua Dewan Pembina Yasayan Insan Madina Islamic School mengatakan, ” Alhamdulillah untuk graduation tahun 2019 ini kita mencapai capaian-capaian yang cukup luar biasa. MIS berhasil mencapai prestasi rangking 22 tingkat nasional (SMP), peringkat ke-7 nilai UNBK tingkat Prov DKI, dan peringkat ke-1 se-DKI kategori sekolah Islam. Untuk SD berhasil meraih peringkat pertama se-kecamatan Tebet dengan nilai 84,3 dan UNBK tingkat SMP nilai rata-rata 95,4. “

Bukan hal yang mudah bagi Yayasan Insan Madina Islamic School meraih prestasi luar biasa ini. Namun berkat kerjasama yang baik antara Yayasan, Dewan Pembina, Guru, serta para orangtua, MIS akhirnya berhasil membuktikan diri sebagai sekolah Islam terbaik se-DKI. Capaian prestasi bukan hanya diraih oleh siswa, namun para guru pun mendapat penghargaan sebagai yang terbaik selama tahun ajaran 2019, yaitu :

Guru Berprestasi Madina Islamic School ( Tebet) 2019 :
1. Asriana Dewi, S.Pd – Best administration ECEP
2. Nur Jannah, S.Pd – Best Tahfidz of ECEP
3. Efi Dwi Patmawati, S.Pd – Best Appraisal ECEP
4. Anna Syifa Fauziah, S.Pd – Best class management ECEP.

Capaian prestasi Madina bukan isapan jempol karena hal ini selaras dengan pengalaman seorang artis senior, Inneke Koes Herawati,Anak saya sekolah di MIS kelas 6A, namanya Muhammad Rafli Ibrahim. Alhamdulillah saya bersyukur sekali deh menyekolahkan anak di Madina Islamic School. Anak saya kedua-duanya sekolah disini, yang satu kelas 2 mau naik kelas 3. Saya senang karena di Madina itu hafalan Al-quran-nya banyak, saya seperti memiliki bala bantuan karena anak saya hafalannya sudah sampai juz 28. Dan ini membuat saya senang, terlebih lagi bukan hanya fokus di hafalannya saja, namun akhlaknya pun di Madina sangat diperhatikan.”

Prestasi ini pada akhirnya menjadi capaian yang sesuai dengan visi misi MIS yang ingin menciptakan generasi yang qurani yang bisa menjadi soko guru, juga bermanfaat banyak orang. Dalam kerangka itulah Madina Islamic School menggunakan 3 (tiga) kurikulum yang kemudian dikompilasi menjadi 1 kurikulum, yaitu kurikulum MIS. Pertama adalah kerjasama dengan Al-Azhar Kairo untuk program Tahfidz quran,yaitu target 18 juz untuk tingkat SD dan 12 juz untuk tingkat SMP dimana diharapkan semua siswa sudah hafidz di tingkat SMP. Kedua adalah adanya program ECEP ( Early Childhood Wducation Program), selain bahasa arab tentunya.

Yang kedua adalah kurikulum Internasional menggunakan Cambridge, dimana ini merupakan salah satu kurikulum yg banyak digunakan di dunia. Terakhir adalah kurikulum nasional, yaitu Kurtilas (kurikulum tiga belas). Mengapa MIS menggunakan 3 kurikulum itu karena untuk mencapai visi dan misi tadi, MIS harus meraih prestasi di tingkat nasional dengan standar yang memang cukup baik. Maka dari itulah Madina Islamic School merujuk pada brenchamarking-nya Kurtilas, untuk International brenchmarking-nya Cambridge, dan untuk agama brenchmarking-nya adalah Al – Azhar Kairo.

Inti acara graduation Madina Islamic School adalah pemberian sertifikat kenaikan kelas serta piala prestasi, diantaranya Danesh Rafandra Firdaus peraih Nominasi III Lomba Estafet (grup) PORSENI IGTK Tebet. Acara diakhiri dengan performance oleh Kindergarden (B) Students dengan menyanyikan beberapa buah lagu dan penampilan gagah Dol Performance dari Bengkulu.

Ibu Henny Riyanto sebagai Pembina Yayasan Insan Madina mengucapkan,” Alhamdulillah dengan tercapainya capaian di Madina yang cukup bagus, saya berterima kasih pada parent (orangtua) yang sudah membantu banyak baik doa maupun materil, staf-staf di Madina, para guru juga pada Diknas yang cukup membantu kami dan juga lingkungan. Dan semoga kami di Madina jadi lebih baik, bisa membantu pendidikan di Indonesia.”
Demikian pula harapan ibu Inneke selaku orangtua siswa bahwa,” mudah-mudahan ke depannya Madina lebih baik lagi, lebih maju lagi, dan menjadi sekolah terbaik lagi.

Aamiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here