Era menjelang Pilpres yang semakin memanas ini membuat sikap toleransi dan definisinya mulai terburamkan. Isu SARA & Politik identitas yang akhir-akhir ini digaungkan di permukaan menjadikan kurangnya tayangan edukatif khususnya bagi anak-anak dan Milenial. Oleh karena itu Muslimahdaily.com berkerjasama dengan Dacore Production ingin menyajikan webseries ramah anak & nostalgia Milenial (berlatar 2000-an awal) tentang bagaimana toleransi perlu dipupuk sejak dini dengan judul “JOKO & BOWO”.

Poster Film seri ” Joko & Bowo”

Pada gala premier web series JOKO & BOWO, sutradara Adam Wiradi Arif menuturkan bahwa JOKO & BOWO merupakan cerita mengenai Joko dan Bowo, dua orang anak Sekolah Dasar yang bersahabat. Keduanya ingin menjadi ketua kelas demi mendapatkan hati murid baru yang bernama Pertiwi. Dalam perjuangannya, banyak kendala-kendala yang dihadapi Joko dan Bowo.

Bagi Adam, film besutannya kali ini lahir dari pengalaman pribadinya. “Film ini sederhana. Dulu saya merasa kalau lihat orang itu suka malu. Tapi setelah ngobrol, ternyata orannya asik. Hal itu yang ingin saya sampaikan, kalau ketemu oran baru, berbeda, coba deh ngobrol,” katanya.

Web series JOKO & BOWO memuat nilai-nilai yang saat ini sangat dekat dengan masyarakat. “Web series ini memuat nilai-nilai seperti toleransi, kepemimpinan, persahabatan, hingga cara mendapatkan sesuatu,” ujarnya.

Suasana peluncuran web series Joko & Bowo

“Tema tersebut dipilih berdasarkan kondisi akhir-akhir ini, nilai-nilai toleransi mulai padam. Bahkan pendidikan tentang toleransi sendiri kurang dipupuk sejak dini,” ujarnya.

“Film ini bukan hanya sebagai sarana edukasi, namun juga menjadi sarana tuntunan nilai toleransi dalam kehidupan,” tambahnya.

“Konflik anak-anak dipilih karena kami merasa bahwa anak kecil lebih mudah untuk diarahkan. Kenapa juga dipilih anak kecil, karena harapannya dapat menimbulkan rasa malu, bahwa anak kecil saja bisa,” ucap Adam Wiradi Arif.

Produser Aprizal Isna SR mengatakan, “Produksi web series ini diawali dengan saya dan Adam berbicara dengan kondisi keadaan sekitar 3 tahun lalu. Saat itu kita masih bicara santai, melihat sekeliling, melihat dunia perfilman. Kayaknya kita kurang deh film edukasi, kita kurang drama musikal anak yang bisa ditonton anak dan juga bisa jadi contoh untuk orang dewasa. Dari situ, kita mulai buat skrip.”

Produser Aprizal Isna SR menambahkan, “Kenapa kita pilih JOKO & BOWO, karena Joko dan Bowo itu kita jadikan anchor untuk menciptakan aware bahwa di web series ini ada nilai-nilai edukasi yang harus dipupuk sejak dini.”

Tim film dan Tim Muslimahdaily

Diharapkan web series Joko & Bowo dapat memberikan alternatif hiburan sekaligus edukasi tentang toleransi dan pemilu. Memang perlu kerjasama berbagai pihak agar edukasi melalui film dapat menjdi salah satu alternatif pendidikan pada anak-anak generasi mendatang.

Total waktu untuk produksi secara keseluruhan mulai dari pra produksi, produksi, pasca produksi, sampai distribusi menghabiskan waktu sekitar tiga bulan. “Walaupun produksi dimulai sejak tiga tahun lalu, tapi ide kita mulai muncul sekitat tiga tahun lalu,” kata Aprizal Isna SR.

Bagi Adam Wiradi Arif, banyak kendala yang muncul saat produksi web series ini. Namun, hal tersebut diobati dengan kehadiran para pemaian yang mana juga anak-anak kecil.

“Para pemaian di sini yang sebagian besar anak-anak justru jadi obat lelah di saat banyak kendala. Mereka juga antusias banget ikut syuting web series ini, karena selain pemain utama, mereka ini juga murid-murid dari SDN Sukasari 7. Karena ini juga hal baru buat mereka, meningkatkan kreatifitas mereka,” ceritanya.

Sutradara Adam Wiradi Arif menambahkan, “Ini project pertama kita yang melibatkan banyak anak kecil. Untuk atur skemanya, kita pakai cara yang lebih fun.”

Sedangkan CEO Muslimahdaily.com yang juga Executive Producer mengaku sangat senang dengan adanya ajakan kolaborasi ini. “Tim Muslimahdaily memang menunggu sebuah film yang dapat menjadi sarana edukasi bagi seluruh kalangan. Bukan hanya anak-anak, tapi juga untuk orang dewasa agar lebih mencerna kondisi saat ini yang sudah mulai buram nilai-nilai kepemimpinan,” ucapnya.

Hal tersebut diakui sesuai dengan tujuan Muslimahdaily dibuat, yaitu sebagai portal informasi dan inspirasi. Bahwa Muslimahdaily ingin menunjukkan bahwa suatu sarana pendidikan bukan cuma dalam bentuk bacaan. Tapi juga bisa dengan dunia kreatif.

Sedangkan bagi Fernando Mareto Andriady, pemeran tokoh Bowo mengaku senang bisa ikut dalam produksinya ini. “Senang. Tadinya nggak saling kenal, tapi lama-lama jari sering main bareng, main bola bareng,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here