Entah apa yang merasukimu, hingga kau tega khianatiku yang dulu mencintaimu

Influencers bersama Ibu Menlu, Retno Marsudi

Tawa berderai terdengar memenuhi ruangan dari seluruh influencer dan panitia “Influencers Meet Up” dari Kementerian Luar Negeri ketika sesi pengambilan video Joget TikTok Bersama Ibu Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi. Inlfuencers menari dengan gembira, tanpa sekat batas dengan Ibu Melu yang selama ini hanya bisa kami lihat di televisi.

Joget TikTok merupakan kegiatan penutup bersama Ibu Menlu. Sungguh merupakan satu kebanggaan luar biasa mendapat undangan terpilih menjadi salah satu dari 30 influencer terpilih. Peserta yang berasal dari influencers ini mendapat kesempatan tur Gedung Pancasila dan mendapat edukasi tentang Gedung Pancasila dan Dewan Keamanan PBB.

Diplomasi

Indoensia sebagai Ketua DK PBB

Selama ini jika mendengar kata diplomasi kepala saya langsung terbayang sekumpulan orang berpakaian resmi dan duduk di ruangan besar, dengan mikrofon di meja, wajah-wajah serius dan tema berat. Apalagi jika melihat di TV mengenai politik, wow terbayang begitu pusingnya kepala para pemimpin negara ketika harus rapat dan berdebat jika tidak menemukan kata sepakat. Belum lagi jika ada konflik peperangan, tentu rapat pun makin menghebat karena antar dua negara berkonflik akan membela diri. Namun, setelah mendengar penjelasan dari tim DK PBB Kemenlu RI, rasanay mendadak ada lampu di kepala saya. Ternyata, diplomasi itu tidak harus serius dan membuat dahi berkerut dan lontaran kalimat amarah. Diplomasi di era modern saat ini memiliki wajah baru, yaitu diplomasi ala warung kopi.

Mengapa disebut dengan istilah diplomasi warung kopi atau yang lebih dikenal dengan nama “ Arria Formula? Ya, karena untuk menemukan jalan keluar atas sebuah isu, Indonesia memilih jalan belakang yang santai namun serius. Trik dengan pola pendekatan humanis dan kekeluargaan nyatanya membuat Indonesia mendapat nilai tambah di mata negara-negara anggota PBB. Inilah yang saya pelajari dari acara Meet Up Influencers bersama Ibu Menlu, Retno Marsudi.

Bahkan Indonesia mendapat peringkat ke-8 sebagai negara yang paling banyak mengirimkan pasukan perdamaian. Apakah tugas tentara perdamaian turun dan mengangkat senjara? Tidak semuanya. Karena tim perdamaian PBB yang dikirim salah satunya adalah menjaga perdamaian di wilayah yang berkonflik. Mereka berinteraksi dengan masyarakat wilayah tersebut secara wajar, membantu pembangunan sarana publik, pembagian air bersih dan makanan, bahkan membantu pengobatan hingga memberikan pendidikan lewat sekolah-sekolah darurat.

Gedung Pancasila

Gedung Pancasila

Apa yang kamu ketahui tentang Gedung Pancasila? Ternyata ada hal yang menarik karena selama ini sejarah Gedung Pancasila tak banyak diketahui kecuali oleh kalangan akademis dan pihak-pihak yang berkepentingan dengan pemerintahan. Menurut sejarahnya Gedung Pancasila dibangun pada tahun 1830-an untuk kediaman Hertog Benrhard, seorang Panglima Angkatan Perang Bersenjata Kerajaan Belanda sekaligus merangkap sebagai Gubernur Jenderal Kerajaan Belanda untuk daerah jajahan Belanda, bukan sebagai gedung pertemuan. Tapi pada tahun 1916 karena Departemen Peperangan Hindia Belanda pindah ke Bandung jadi Panglima pun ikut pindah ke Bandung. Maka sejak saat itu gedung ini ditetapkan sebagai gedung Volksraad atau Dewan Rakyat. Dewan Rakyat ini memiliki tempat terbatas yang intinya memberikan masukan-masukan kepada Pemerintah Hindia Belanda. Volksraad beranggotakan orang Belanda, Orang Indonesia, golongan Tionghoa, dan golongan Arab. Namun, 1941 Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang dan kemudian Jepang menggunakan gedung ini sebagai gedung Tyuuoo Sangi-In, yaitu Dewan Rakyat bentukan Jepang. Kemudian tahun 1943 Jepang mulai  terdesak di Perang Asia Pasifik, tahun 1945 Jepang mulai terlihat akan kalah, maka saat itu Jepang mulai mengambil hati rakyat Indoensia dengan menjanjikan kemerdekaan, dimana waktu itu salah satu upaya konkritnya adalah membentuk BPUPKI.

Pada masa kemerdekaan, gedung ini kemudian diambil alih oleh Kementerian Luar Negeri ( dulu bernama Departemen Luar Negeri) dan digunakan untuk melatih para diplomat. Kini Gedung Pancasila digunakan untuk menerima tamu dari negara lain.

Ada beberapa ruangan yang terdapat di gedung Pancasila, yaitu  :

  1. Ruang Serambi, yaitu dimana tempat ini ada meja dimana para tamu negara lain yang berkunjung akan mengisi registrasi dan menteri Luar
Ruang Serambi
  1. Ruang Tete A Tete, yaitu ruangan dimana Menteri Luar Negeri menerima tamu negara luar dengan formasi 1 + 4 dimana Menteri Luar Negeri menerima 4 delegasi negara luar. Jika jumlah delegasi lebih dari 4 orang maka tamu akan diarahkan menunggu di Ruang Bilateral. Pada awalnya ruang ini hanya diperuntukkan pertemuan dua orang saja, yaitu Menteri Luar Negeri dan Pemimpin delegasi, namun pada perkembangannya sistem 1 + 4 lah yang diberlakukan.
Ruang Tete A Tete
  • Ruang Bilateral, yaitu tempat dimana Menteri Luar Negeri dengan tamu negara membicarakan negosiasi apa saja yang akan disepakati. Disini juga disebut dengan Ruang Coklat karena nuansa ruangan berwarna coklat dan nuansa kayu. Ketika masuk ke Ruang Bilateral Pemimpin delegasi akan masuk dan anggota lainnya akan menunggu di ruangan yang lain.
Ruang Bilateral
  • Ruang Bendera, yaitu ruang tempat dimana bendera-bendera negara sahabat disimpan. Ruang ini juga menjadi tempat pelantikan Konsul, Konjen dan pejabat tinggi di Kemlu. Ruang ini pun menjadi saksi setiap tgl 1 Juni Presiden memperingati  hari kelahiran Pancasila.
Ruang Bendera

Dewan Keamanan PBB

Saat Meet up influencers ini pun kami mendapat pencerahan terkait DK PBB. Seperti yag kita ketahui bebagai anggota Dewan Keamanan  PBB ( DK PBB) periode 2019-2020, bulan Mei 2019 merupakan bulan khusus bagi Indonesia mengingat Indonesia memegang Presidensi DK PBB selama satu bulan penuh. Selama menjabat Presidensi DK, Indonesia telah bekerja keras untuk berkontribusi menciptakan ekosistem dunia yang lebih baik untuk perdamaian.

Komitmen Indonesia tercermin dalam kegiatan yang diprakarsai dan dipimpin Indonesia melalui serangkaian kegiatan utama ( Signature Events) Presidensi Indonesia, yaitu :

1. Sidang Terbuka mengenai Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB

2, Sidang Terbuka mengenai Perlindungan Warga Sipil dalam konflik Bersenjata

3. Diskusi Informal “Arria-Formula” mengenai Palestina

4. Pameran foto

5. Resepsi diplomatik dan pertunjukkan budaya Indonesia

Masih banyak lagi kerja keras dan pencapaian yang telah dilakukan Indonesia yang diwakilkan oleh Kementerian Luar Negeri. Untuk itulah Kemlu mengundang para influencer ke Gedung Pancasila pada Jumat, 29 November 2019. Selain tur dan belajar tentang sejarah Gedung Pancasila, peserta juga mendapat informasi tentang kiprah Indonesia saat menjadi Ketua DK PBB dan saat ini sebagai Anggota Tidak Tetap DK PBB.

Kami takjub karena banyak sekali kerja keras yang sudah dilakukan pemerintah selama ini namun masyarakat belum banyak yang tahu sedalam-dalamnya. Untuk itulah Kemlu akan bersinergi dengan influencer untuk mensosialisasikan informasi terkait DK PBB ke media sosial, yang tentunya diharapkan masyarakat mendapat informasi yang akurat sehingga dapat menjadi informasi yang bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here