“Muda Berkarya, Tua Bahagia.” Agaknya slogan itu bisa mewakili para tamu undangan , salah satunya dari Yayasan Sehat Bahagia dari Kebon Jeruk. Yayasan Sehat Bahagia sangat aktif dalam kegiatan dimana pada waktu peresmian mereka di undang dan rutin menghadiri acara di lantai 7.  Acara yang dibuka oleh Kabid Pusjasa Ibu Ilus Luthfi dengan mengucapkan terima kasih pada bapak ibu lansia yang berkenan hadir.  Sebagai Ketua Panitia “Konseling Lansia” Ibu Ilus mengatakan bahwa rencananya acara untuk lansia akan rutin diadakan setiap bulan. Lansia pasti akan datang namun hidup tetap bisa lebih berkualitas dengan berbagai kegiatan positif. Sesuai dengan UU 43 2007 dalam pembukaan “ Tujuan negara ini didirikan adalah salah satunya mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum” di situlah  pentingnya keberadaan perpusnas.  Karena kedua tujuan tadi sangat relevan dengan pendirian Perpusnas.

Kabid Pusjasa, Ibu Ilus Luthfi

Acara yang diadakan di Ruang Aula lantai 4 Perpustakaan Nasional RI ini menghadirkan narasumber Ftr. Sri Widayat Ismiyati, SST, FT,M.Pd yang membawakan materi “ Kiat Menjadi Lansia SMART bersama Fisioterapi.”  Narasumber lain hadir adalah Ns.  Omi Haryati, S.Sos, Skep, MKM. Dengan materi “ Perawatan dan Pecegahan Hipertensi pada Lansia”  dan narasumber terakhir adalah Drs. Pudjiati, SKp, Mkes “ Perawatan dan Pencegahan Diabetes pada Lansia” . Acara dipandu oleh Haryanto, S.IPI.

Senam bersama

Acara dimulai dengan doa bersama dan senam kesehatan dan diakhiri dengan pemeriksaan kesehatan para lansia. Sebagaiman diketahui Lansia adalah orang-orang yang sudah mencapai usia 60 tahun ke atas. Nah, Genetologi adalah cabang ilmu yang mempelajari proses bagaimana cara penuaan. Populasi lansia di Indonesia menurut data dari BPS 2010 menunjukkan peningkatan yang signifikan. Tahun 2018 terdapat 5,8% dari total penduduk 272 juta, yaitu sebesar 15,27 juta lansia. Pemerintah juga telah memikirkan bagaimana supaya para lansia ini dalam menjalani kehidupannya bisa bahagia, tidak membebani keluarga, juga pemerintah.

Pengelompokan Lansia (Smart)

• Sehat – usia sudah 60 tahun ke atas dan memiliki penyakit, namun terkontrol dengan baik. Karena itu diharapkan para lansia mengubah mindset bhw kita sehat.

• mandiri ~ adalha lansia yg masih mampu melakukan aktivitas sehari-hari di rumah.

• aktif ~ adalah lansia yang sehat, mandiri dan mampu beriteraksi dengan lingkungan rumah. Misal sholat berjamaah di masjid, arisan, pengajian, dll.

• produktif ~ sambil melakukan aktivitas yang sehat, aktif, dan mandiri, juga masih bisa melakukan aktivitas yang berguna untuk orang lain, walau pun tidak bernilai materi.

• berkualitas ~ yaitu lansia yang masih bisa melakukan beberapa kegiatan secara bersamaan. Misal, sambil pengajian sambil membawa dagangan.

Sebagaimana diketahu lansia selalu identik dengan penyakit, bahkan terkadang stroke menimpa para lansia, salah satunya karena kurangnya pengetahuan dan pencegahan sejak dini. Masalah utama pada lansia ; pernafasan, sirkulasi, dan gangguan postur.

Salah satu penyakit yang menyerang lansia adalah Diabetes Melitus atau DM. Diabetes adalah sekumpulan gejala akibat gua darah tinggi dan diabetes tidak dapat disembuhkan.

Gejala diabetes adalah :  mudah haus, lapar, sering kencing, berat badan menurun tanpa sebab yang jelas karena apa yang kita makan ternyata tidak dapat digunakan untuk energi, cepat lelah dan mengantuk, mudah terkena infeksi dan lama sembuhnya, sering kesemutan, sering timbul bisul, penglihatan mulai kabur, infeksi jamur dan gatal terutama di sekitar kemaluan, dan luka sulit sembuh. Seseorang bsia disebut mengidap diabetes jika gula darah sewaktu-waktu mencapai 200 mg/dL dan gula darah saat puasa 126 mg/dL

Cara Mencegah Kencing Manis

  1. Penyebab kencing manis ; keturunan, kurang olahraga (joging, jalan kaki), kegemukan, makan banyak
    2. Makan aneka ragam makanan ; singkong, kentang,
    3. Karbohidrat komplek dan karbohidrat sederhana :
    4. Dibatasi jadi 5%/ kalori
    5. Kurangi garam jadi 4-5 sendok teh
    6. Hindari es buah

Kiat Mencegah Lansia dengan Hipertensi

Lansia sering disebut sebagai masa degenerasi biologis yang disebut dengan berbagai penderitaan seperti beberapa penyakit dan keudzuran serta kesadaran bahwa setiap orang akan mati. Pada beberapa lanjut usia biasanya memiliki kecenderungan penyakit kronis.

Hipertensi pada Lansia :

Hipertensi sering disebut sebagai pembunuh gelap (silent killer) dimana termasuk penyakit yang mematikan, dengan gejala-gejalanya sebagai peringatan penyakit lainnya. Hipertensi menjadi masalah kesehatan masyarakat yang akibatnya bisa fatal karena sering timbul komplikasi, misalnya stroke (perdarahan otak), jantung koroner, dan gagal ginjal.

Pengertian Hipertensi

Hipertensi disebut dengan tekanan darah tinggi, yaitu suatu kondisi kesehatan kronis disebabkan oleh meningkatnya tekanan darah pada dinding arteri.

Penyebab Hipertensi :

1. Hipertensi disebabkan oleh pola hidup dan pola makan yang buruk.
2. Merokok dapat menyebabkan tekanan darah meningkat
3. Makanan olahan, makanan junk food atau minuman yang mengandung pemanis buatan dapat meningkatkan kolesterol dan tekanan darah tinggi
4. Obat gagal ginjal, obat penyakit jantung, pil KB atau obat flu yang dijual di toko obat.
5. Faktor keturunan di mana orangtuanya penderita hipertensi.
6. Umur ; jika umur bertambah maka TD meningkat, jenis kelamin (laki-laki lebih tinggi dari perempuan dan ras ( ras kulit hitam lebih tinggi dari kulit putih)
7. Konsumsi garam yang tinggi (lebih dari 30 gr), kegemukan atau makan berlebihan,stres dan pengaruh lainnya misalnya merokok, minum alkohol, minum obat-obatan.

Gejala-Gejala Hipertensi ;

~ sakit kepala parah, pusing, penglihatan buram/berkunang-kunang, mual, telingan berdengung, kebingungan, detak jantung tak teratur, kelelahan, nyeri dada, sulit bernafas, rasa berat di tengkuk, sukar tidur.

Faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko hipertensi : kelelahan, diabetes, asam urat, obesitas, kolesterol, wanita yang kegemukan, kecanduan alkohol, faktor keturunan.

Cara Mencegah Hipertensi :

1. Berhenti merokok secara total dan tidak mengkonsumsi alkohol
2. Berolahraga secara teratur dapat mengurangi ketegangan dan stres, menurunkan berat badan.
3. Diet makanan dan mencegah kegemukan
4. Perbanyak minum air putih 8 gelas per hari
5. Memeriksa tekanan darah normal/berkala terutama untuk orang yang memiliki riwayat keluarga hipertensi
6. Menjalani hidup yang wajar dan mempelajari cara yang tepat untuk mengendalikan stres.

Penyakit memang tidak bisa dihindari, sebaik apapun orang menerapkan gaya hidup sehat. Namun, dengan terus bergerak aktif, produktif dan pantang menyerah lansia tetap bsia hidup bahagia menghabiskan sisa usia. Sindrom lansia kadang datang dan membuat orang patah arang, namun dengan terus memiliki keinginan kuat untuk hidup sehat dan bahagia, maka lansia dapat menghabiskan sisa usia bersama keluarga dengan baik. Karena itu diperlukan peran serta anak, cucu, dan keluarga besar lainnya untuk mendampingi para lansia. Jangan sampai mereka merasa ditelantarkan dan sakit-sakitan tanpa ada perawatan lanjut dari keluarga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here