Jakarta, 23 November 2018 – Kopi sebagai salah satu hasil kekayaan alam Indonesia termasuk salah satu produk alam yang tidak hanya diminati di luar negeri. Karena kopi bukan hanya sebatas hasil kekayaan alam saja tapi sudah mengubah gaya hidup manusia modern. Kopi tidak hanya dinikmati di warung-warung kopi pinggir jalan dan kumuh, namun sudah menggeliat dengan emosi positif memasuki ruang-ruang publik kelas atas. Munculnya start up-start up baru di bidang kuliner juga turut mempengaruhi pertumbuhan kedai kopi modern dengan interior artistik dan nyaman, lengkap dengan fasilitas wifi-nya.

Logo “KOPI INDONESIA”

Bekraf sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia menyambut baik fenomena tren minum kopi ini. Berbagai upaya dan langkah nyata dilakukan Bekraf untuk mendukung industri kreatif di Indonesia, termasuk industri kreatif yang tercipta dan lahir dari hasil kekayaan Indonesia.

“Bekraf menggalang berbagai masukan dan dukungan dari sebanyak mungkin pemangku kepentingan usaha kopi di Indonesia. Masukkan ini penting bagi Bekraf untuk merumuskan, menetapkan, mengkoordinasikan, dan melakukan sinkronisasi kebijakan di bidang ekonomi kreatif. Termasuk di dalamnya merumuskan bentuk promosi kopi Indonesia yang “ngena” bukan hanya di dalam negeri tapi juga luar negeri,” tegas Boni Pudjianto, Direktur Pengembangan Pasar Luar Negeri Bekraft.

Bertempat di Ruang Auditorium Perpustakaan Nasional RI, Jl. Medan Merdeka Selatan No.11 Jakarta Pusat, tanggal 23 November 2018 Bekraf meluncurkan logo ” Kopi Indonesia ” yang dapat menjadi generic branding yang menyatukan kopi Indonesia. Secara grafis logo ini diciptakan dengan mengolaborasi kata ” Kopi” dan “Indonesia” yang membentuk gambar sebuah cangkir kopi. Logo didesain sedemikian rupa, sehingga tetap memungkinkan dilakukan penambahan kata daerah asal kopi, tanpa merusak sisi estetika desain logo. Dengan demikian logo “Kopi Indonesia” juga menampilkan keunikan daerah penghasil kopi sekaligus menjadi ikon pemersatu kekayaan dan keberagaman kopi yang ditanam dan diolah di Indonesia.

“Logo Kopi Indonesia mendapat sambutan positif dalam uji coba yang dilakukan bersamaan dengan promosi brand produk Indonesia dalam beberapa kegiatan yang didukung Bekraf sejak April 2018, baik diluar negeri maupun dalam negeri,” jelas Daroe Handojo, wakil Ketua SCAI (Specialty Coffe Association of Indonesia) sekaligus penggiat kerjasama lintas lembaga dan komunitas kopi.

Dengan adanya logo “Kopi Indonesia” Bekraf berharap hal ini dapat membantu peningkatan penghargaan atas tingginya mutu, keunikan rasa serta kreativitas industri pengolahan dan penyajian kopi Indonesia. Karenanya, dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak dan pemangku kepentingan dibutuhkan untuk menempatkan produk Kopi Indonesia bukan sebagai komoditas semata tapi juga membuka banyak kemungkinan lekatnya nilai tambah sebagai gaya hidup yang menggerakkan berbagai sektor industri kreatif lainnya.

Bekraf juga menyerahkan 5 buku tebal hardcopy dan 5 copy e-book berjudul ” KOPI Indonesia Coffe Craft & Culture” kepada Perpustakaan Nasional RI dan @ipusnas.id. Penyerahan dilakukan oleh Komunitas Kopi Asli Indonesia yang diwakili Daroe Handojo dan diterima oleh Yoyo Yahyono, Kepala Pusat Jasa dan Informasi Perpustakaan Nasional RI.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here