“Ki, mau ikut acara piknik Nivea nggak? Bawa anak-anakmu sama ibu juga”

        Saya terpaku menatap layar gawai, WA masuk dari teman blogger, Diah Woro Susanti, tertera jelas kalimat #SentuhanKasihIbu merekatkan bonding ibu dan anak di World of Imagination bersama NIVEA. Tangan mendadak bergetar dan airmata perlahan membasahi sudut mata. Bonding ibu dan anak. Ya Allah, saya seperti diingatkan kembali, hati ingin menangis, sudah lama saya tidak mengajak anak-anak berlibur. Pekerjaan sebagai freelance kadang sulit mencocokkan waktunya dengan jadwal sekolah anak-anak. Bahkan ketika bekerja di rumah pun saya tetap bekerja di depan laptop, tawaran NIVEA dalam rangka memperingati Hari Ibu ini saya pikir momen tepat untuk rehat sejenak dari aktivitas. Segera saya iyakan tawarannya, dan mulai mengatur keluarga dan apa saja yang harus dibawa. Sssttt, yang pasti sih ibu saya bakal heboh menyiapkan makanan yang akan dibawa, sudah saya bayangkan pasti nanti tentengan kami seperti orang yang mau pindahan…hahaha

Yuhuuu…hari libur tlah tiba, hari Minggu pagi 22 Desember 2019 suasana rumah sudah heboh. Anak-anak mengecek tas ranselnya lagi, ibu masih sibuk di dapur menyusun wadah makanan , oh ya kali ini saya membawa adik, pekonakan, anak yatim tetangga dan neneknya. Huwaaa…rombongan…hahaha. Teng Pkl 07:00 Wib kami sudah siap berangkat. Satu, dua…delapan, sip lengkap sudah jumlahnya. Bismillah, kami berangkat menggunakan angkot menuju halte  Transjakarta di PGC (Pusat Grosir Cililitan). Perjalanan pagi itu lancar dan udara masih sejuk dan Pkl 8:10 kami sampai di Ancol. Alhamdulillah, langsung antri bus Wara-Wiri menuju Ecovanction tempat acara #WorldofImagination berlangsung.

Wow…begitu sampai di gerbang, pandangan mata saya langsung tertuju ke deretan pintu besi yang dijaga kakak-kakak ganteng 3 orang. Hanya dengan menunjukkan undangan di gawai kami langsung diarahkan ke loket registrasi. Kembali saya menunjukkan undangan NIVEA di gawai berikut KTP, si kakak petugas yang cantik langsung mengecek di laptop. Sambil memakaikan gelang tanda masuk, kakak cantik menjelaskan aturan main di dalam wahana WorlofImagination dan tak lupa memberikan lembar untuk menukarkan hampers berikut tas ransel yang berisi buku Passport dan produk NIVEA. Segera kami masuk ke wahana setelah melalui pemeriksaan. Ternyata oh ternyata, tas yang berisi makanan dan minuman tidak boleh dibawa masuk jadi harus ditinggal di pintu pemeriksaan.

Pesan Ibu Semesta

Begitu naik tangga rombongan disambut oleh kakak-kakak penjaga pintu. Wow….ternyata ruangannya gelap dan rombongan dipersilahkan duduk di lantai karena akan ada tayangan video singkat dari Ibu Semesta. Sambil menunggu peserta lain yang masih antri di belakang, mata saya melihat ke sekeliling ruangan. Pencahayaan remang-remang, seekali terlihat sinar karena gorden pintu masuk dibuka oleh peserta yang baru datang. Lantai mulai terisi oleh para orangtua yang mendampingi anak-anaknya. Wuiidiihh…ramai sekali suasananya, anak-anak bahkan ada yang berlarian dan bercanda dengan boneka maskot #WorldofImagination

Ruangan mendadak gelap gulita, layar di seberang tempat kami duduk mulai menampilkan film Worlf of Imagination.

————————————————————————————————–

“ Ada sebuah kerajaan dimana hidup Ibu Semesta dan keempat anaknya. Ibu Semesta mengajarkan pada anak-anaknya tentang “Kepercayaan, Kesederhanaan, Kepedulian, Keberanian.” Ibu Semesta menorehkan empat nilai kearifan tersebut ke dalam empat buah medali dan menyimpannya di ruang harta kerajaan yang dijaga ketat agar selalu terpatri di dalam kehidupan ke-empat anaknya sehari-hari. Pada suatu hari Ibu Semesta merasa sudah saatnya melihat apakah keempat anaknya sudah memahami setiap nilai yang ia ajarkan dan saling mengajarkan nilai tersebut di antara mereka. Ia pun pamit pada empat anaknya untuk meninggalkan kerajaan sementara waktu.

Tapi ternyata keempat anaknya sangat egois, serakah dan tidak mau mengalah . Mereka mau menguasai empat nilai kearifan tanpa mau mengajari satu sama lain sehingga selalu terjadi perseteruan dan perdebatan yang tidak ada habisnya. Sampai suaru hari mereka saling adu kekuatan untuk merebut keempat medali yang berada di ruang rapat kerajaan. Adu kekuatan itu pun berhasil dengan masing-masing anak berhasil mengambil satu medali dari masing-masing nilai yang mereka kuasai, lalu pergi dari kerajaan untuk membangun World of Imagination –nya sendiri. Mereka hanya menerapkan satu nilai kearifan saja dan lupa pada pesan Ibu Semesta bahwa empat nilai tersebut tidak dapat dipisahkan.

Akhirnya kerajaan itu terbengkalai sampai suaru hari seorang arkeolog menemukan puing-puing sebuah ruangan dengan tulisan yang terpahat di salah satu dinding berbunyi, “ Akan ada saatnya dimana 4 nilai kearifan bersatu, hanya penjaga dunia yang memiliki ketulusan hati yang dapat mengumpulkan empat medali kearifan dan membantu menyelamatkan #WorldofImagination dari kekeringan. Ternyata itu adalah ramalan dari Ibu Semesta. Di dalam lubuk hatinya yang terdalam Ibu Semesta sudah mengetahui bahwa keempat anaknya belum siap untuk menerapkan ajarannya tentang empat nilai kearifan secara bersamaan dan perlu bantuan dari penjaga dunia yang berhati tulus”

————————————————————————————————

Tepuk tangan membahana memenuhi ruangan setelah film Ibu Semesta dan keempat anaknya selesai. Setelah pembawa acara menyampaikan beberapa hal, rombongan kemudian diarahkan untuk siap-siap masuk ke Dunia Hutan. Asyikk

Mantra “NiveaCare” di Dunia Hutan

Keluar dari ruang film rombongan mulai antri di depan pintu masuk Dunia Hutan. Ya, Dunia Hutan adalah dunia pertama yang akan kami datangi dari empat dunia World of Imagination. Kakak petugas yang cantik menjelaskan aturan main untuk masuk ke dunia hutan dan saat kami masuk semua peserta harus memakai atribut seperti mahkota untuk perempuan dan topeng untuk laki-laki. Wahh…seru sekali, saya yang terbiasa serius dan pendiam kali ini mendadak seperti keluar dari cangkang, heboh. Bahkan qnak-anak sampai nggak sabar masuk ke dunia hutan. Akhirnya mulailah petualangan kami di dunia hutan, dimana kami harus menyusuri lorong akar-akar pohon yang bergelantungan yang terbuat dari balon sambil mengingat kata mantra, yaitu “NiveaCare.” Petualangan d Dunia Hutan berakhir saat kami mengucapkan mantra dan menari bersama mahluk hutan.

Mama, Ayo Meluncur

Selesai keseruan di dunia hutan, kami melanjutkan perjalanan ke Dunia Angin, Dunia Pasir, dan Dunia Air yang terletak dalam satu kawasan yang agak jauh dari Dunia Hutan. Saat keluar dari Dunia Hutan, kami melewati area yang di desain seperti taman, di lantai bertebaran bola-bola dengan tulisan Nivea, deretan stand menyediakan berbagai produk ada di sebelah kanan taman. Kami pun melanjutkan perjalanan melewati danau buatan, lebih kurang 10 menit berjalan sampailah kami di lapangan terbuka yang dipenuhi pepohonan di sisi kanan kirinya. Di depan mata terhampar wahana pernainan Dunia Air, Dunia Angin, dan Dunia Pasir. Segera kami letakkan barang bawaan di salah satu sudut dan dijaga oleh ibu dan tetangga. Saya mulai membimbing anak-anak ke Dunia Angin, di sana sudah ada dua meja tempat meletakkan peralatan  meluncur.

Kemudian petugas mulai sigap memasangkan pelindung lutut, pelindung lengan dan helm. Ahaaa…akhirnya pasukan cilik siap terjun. Kami menuju gerbang dan disambut dua kakak yang memasangkan gelang KEPERCAYAAN. Gelang berupa kertas dan dipasangkan menyatu di kedua belah tangan ibu dan anak.  Gelang tidak boleh sobek atau lepas sampai permainan selesai karena tujuan pemakaian gelang ini adalah menguji kerjasama ibu dan anak. Kemudian kami naik ke atas dimana sudah terdapat wadah bening plastik yang bergelantungan dan kami harus mengambil satu medali di dalam wadahnya untuk melengkapi medali di pasport. Setelah itu kami mulai duduk di ujung papan seluncur. Tentu saja tak lupa berfoto dahulu dengan bantuan kakak petugas. Dan hebatnya lagi kakak petugas menawarkan untuk mendokumentasikan proses meluncurnya kami, loh. Baik ya kakak petugasnya. Alhamdulillah anak-anak senang sekali bisa meluncur sambil berteriak kegirangan, tapi pantat saya agak sakit…hahaha…ketahuan nggak pernah main seluncuran ya?

Awas Ada Monster

Setelah melepaskan semua atribut keamanan, kami segera menuju wahana Dunia Pasir yang letakknya bersebelahan dengan wahana Dunia Air. Sebelum masuk kami diberi arahan oleh kakak petugas bahwa ketika bertemu monster di labirin, kami harus mengucapkan mantra “ Simplycity.” agar monster tidak mengganggu.  Yihaaa…sambil berlari kami mulai naik ke menara pasir sambil melihat kemana arah petunjuk jalannya. Tapi lucunya ketika berkeliling labirin kami bertemu monster dan anak-anak sedikit ketakutan, dan karena tidak memperhatikan petunjuk jalan, kami akhirnya menemui jalan buntu. Waduhhh…akhirnya balik kanan eh ketemu monster lagi di ujung pintu masuk…hahaha. Akhirnya sampai juga petualangan kami di Dunia Pasir setelah menemukan hamparan pasir di ujung labirin. Sambil berlari anak-anak berebut sekop kecil dan mulai menggali pasir  untuk menemukan medali. “Horee…mama aku nemu medalinya,” seru Nayla kegirangan , disusul Nadya dan Raisa jingkrak-jingkrak sambil mengacungkan medali di wadah plastik tertutup. Alhamdulillah, terharu sekali lihat anak-anak antusias.

Ayo Serang Musuh dengan Air

Akhirnya perjalanan terakhir kami berujung juga di Dunia Air. Sebelum masuk ke wahana ini kami harus menitipkan sepatu di loket. mendapat pistol air dan jas hujan plastik yang harus kami pakai untuk melindungi baju agar tidak basah kuyup. Setelah atribut dipakai, kami diarahkan oleh kakak petugas untuk mengisi pistol air di kolam balon yang tersedia di depan pintu area Istana Balon. Teriakan kegirangan anak-anak terdengar kala mengisi pistol dengan air. Dan tralala…mulai petualangan kami di istana balon. Anak-anak mulai berlarian menaiki istana balon. Istana balon yang tinggi sempat membuat anak-anak kesulitan naik tapi mereka pantang menyerah padahal lantai istana balon penuh dengan air. Anak-anak terus merangsek ke dalam istana sambil memegangi pistol, setelah di puncak, turun sambil berguling-guling dan tawa lepas mereka pun terdengar. Posisi saya di belakang mereka pun tak kalah heboh. Lah bagaimana tidak, saya yang sudah berusia 41 harus main naik turun panjat istana balon, bukannya naik malah tertawa sambiol memegangi perut sambil memberi semangat pada anak-anak…hahaha.

Akhirnya sampai pula kami di Balon Tebing yang masih menyatu dengan Istana Balon. Posisinya seperti tembok yang saling berhadapan dan di sisi depan ada tangga tali untuk naik. Awalnya anak-anak senang tapi mulai timbul rasa takut. Tapi lagi-lagi mama mungil ini kembali jadi supporter, dengan semangat ’45 berteriak memberi semangat tetap dengan handphone di tangan mendokumentasikan mereka.  Akhirnya setelah berjuang naik tangga tali dengan kondisi celana bagian bawah basah, mereka berhasil melewati rintangan istana balon. Kami segera menuju sisi kanan Dunia Air dimana sudah terdapat replika kapal kayu dan berhadapan dengan kapal bajak laut. Segera kami ambil posisi dan mulai menyerang bajak laut dengan pistol air. Seru sekali permainannya karena baik anak-anak maupun orangtua sambil menmebakkan air sambil berteriak senang. Ya Allah saya seperti kembali ke masa kecil melihat saya yang setua ini main pistol air bersama anak-anak.  Lebih kurang 30 menit kami bermain tembak-tembakan dengan bajak laut. Tibalah waktunya kami mengakhiri permainan di Dunia Air.

Pesan Ibu Semesta

Lelah bermain kami duduk sejenak di “basecamp” di seberang wahana. Siapa sangka saat sedang kelelahan kami didatangi oleh kakak – kakak dari Joy Ice Cream yang membawa box dan membagikan es krim gratis. Alamakk…enak kali kami dimanjakan. Setelah lelah bermain masih diberi es krim gratis pulak. Bravo dan sukses selalu Joy…

Setelah mengumpulkan tenaga kami akhirnya mulai berjalan menuju gedung utama World of Imagination. Bersama peserta lain kami diarahkan kakak petugas berkumpul di ruang pertemuan awal karena ada pesan dari Ibu Semesta yang harus kami dengarkan. Lebih kurang 15 menit kami menunggu peserta lain datang dan duduk di lantai. Setelah berkumpul mulai kakak petugas memberikan kata penutup sebelum kami mendengarkan pesan terakhir dari Ibu Semesta. Ruangan yang sebelumnya remang-remang semakin gelap ketika video Ibu Semesta mulai berputar.

Hidup di World of Imagination begitu indah, makmur, dan penuh harapan. Ia memelihara Worlf of imagination dari kerajaannya yang indah dan megah bersama keempat anaknya tercinta. Ibu Semesta sangat mencintai keempat anaknya. Demi mereka, ia mengajarkan empat nilai kearifan yang kelak akan berguna saat mereka tumbuh dewasa. Hingga akhirnya mereka memimpin kerajaan dan memelihara Worlf of Imagination beserta penghuninya dengan bijaksana. Ibu Semesta mengajarkan nilai Kepercayaan, Keberanian, Kesederhanaan, dan Kepedulian yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Ia mengajarkan satu nilai pada setiap anak dengan harapan mereka akan saling mengajarkan nilai satu sama lain sebagai saudara”

Dada saya bergemuruh, kalimat tertahan di tenggorokan, tak mampu saya keluarkan ketika video Ibu Semesta berakhir.  Terdengar perintah dari kakak petugas menyerukan pada anak-anak untuk mengalungkan medali pada ibunya. Ruangan mendadak ramai, anak-anak berlari dan mengalungkan medali pada ibunya. Tak ketinggalan Nayla dan Nadya berlari kecil mengalungkan  medali ke leher saya, mecium pipi kiri kanan sambil berkata,” Selamat Hari Ibu ya, Ma.” Masya Allah hati saya meleleh, airmata menggenang di sudut mata, saya peluk erat-erat Nayla & Nadya sambil berkata,”Makasih Nak, mama sayang kalian”

Terima kasih Nivea World of Imagination yang sudah memberi kami kesempatan liburan sambil merekatkan bonding ibu dan anak untuk merasakan bagaimana rasanya #SentuhanKasihIbu. Hari ini saya dan anak-anak melalui keseruan bersama-sama melalui petualangan bersama. Dunia Angin menguatkan ikatan kami untuk saling menjaga KEPERCAYAAN antara ibu dan anak, Dunia Air  memberi kami KEBERANIAN untuk bersama-sama mengarungi segala macam permasalahan hidup, Dunia Hutan mengajarkan kami untuk saling menguatkan rasa KEPEDULIAN agar tak ada yang terabaikan  , dan Dunia Pasir membangun jiwa KESEDERHANAAN agar tak lupa saat kami ada di tangga teratas kehidupan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here