KPK menilai karya film merupakan salah satu media kampanye yang efektif untuk menyampaikan pesan antikorupsi pada masyarakat. Dan itu bisa tercapai jika dilakukan bersama generasi muda yang kaya akan ide-ide segar

Tahun 2019 Anti Corruption Film Festival kembali digelar oleh KPK yang secara resmi dibuka oleh Pimpinan KPK, Bapak Saut Situmorang di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Selasa 28/5/2019. Melalui penyelenggaraan ACFFest 2019 ini KPK mengajak generasi mdua untuk membuat media kampanye yang menarik, yaitu melalui film pendek.

Kampanye antikorupsi ini juga menggandeng BUMN dan pihak swasta seperti PT KAI, Jasa Raharja, At America, Erasmus Huis, yang memiliki alat seperti videotron atau produk TV di dalam gedung atau transportasi. Hal ini dilakukan sebagai upaya KPK menggandeng stakeholder agar film karya para sineas muda dapat dinikmati di semua lini.

Kompetisi ACFFest 2019 ini dibuka 28 Mei – 15 Agustus 2019. KPK dan tim juri akan memilih 10 proposal ide cerita yang paling menarik untuk diberikan bantuan dana produksi filmnya. Pembuat film sendiri akan diberi waktu dua bulan mulai September – Oktober 2019 untuk meneyelesaikan syutingnya. Dan film yang telah selesai di produksi akan diputar pada Malam Penganugerahan ACFFest 2019 di Jakarta November mendatang.

Film, Media Edukasi

Ada hal yang menarik ketika melihat perkembangan teknologi dan digital yang berkembang sedemikian cepat. Menurut data terbaru yang dirilis Katadata.co.id, berdasarkan hasil survey APJI dan Polling Indonesia ditemukan bahwa pada 2018 pengguna internet naik sebesar 27,91 juta (10,12%) menjadi 171, 18 juta jiwa. Dan ini naik 64,8% dari total penduduk 264,16 juta jiwa.

Artinya apa? Kebutuhan akan internet menjadi kebutuhan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia. Dengan akses internet yang semakin mudah dan murah, provider menyediakan layanan paket data dengan bonus aneka ragam, dan harga gawai yang semakin terjangkau dengan fasilitas mumpuni, membuat pengguna internet seakan diatas angin surga. Hal inilah yang menjadi dasar mengapa KPK terus menggaungkan kampanye anti korupsi melalui film, karena film melalui tampilan visualnya terbukti mampu menjadi alat yang efektif.

Mengkampanyekan sebuah tema berat dan identik dengan penjara, bukan hal yang mudah. Perlu kerjasama dan visi misi yang jauh ke depan untuk menyelenggarakan acara semacam ACFest ini. Dan sinergi apik dengan para sineas akan menghasilkan calon-calon sutradara muda yang memang perlu dibina sejak belia.

Menurut saya, apa yang dilakukan KPK ini patut diapresiasi dan didukung agar film-film yang dihasilkan para sinaes muda bisa diproduksi dengan kualitas tinggi. Dan menjadi tugas bersama KPK dan BUMN lainnya untuk menyebarkan film-film ini ke kanal-kanal publik sehingga kapanpun, dimanapun, film ini bisa dinikmati.

Salah satu BUMN yang sudah memfasilitasi publikasi film hasil ACFFest adalah PT KAI, dimana mereka memutar filmnya di layar televisi. Awalnya barangkali orang hanya selintas lalu melihat dan mendengar filmnya. Tapi lama-lama tentu akan familiar karena sebagai pengguna jasa kereta pasti akan selalu melihat dan mendengar jika film sedang diputar.

Film terbukti sejak dulu mampu menjadi salah satu alat propaganda, baik oleh pemerintah maupun pihak swasta. Karena itu, ACFest ini diharapkan bisa menjadi kendaraan publikasi semangat Anti Korupsi agar ke depannya Indonesia menjadi lebih baik karena “Berani Jujur Hebat” bukan sekedar slogan semata. Dia adalah jiwa bangsa Indonesia untuk mendidik aparat dan masyarakat terbebas dari korupsi berjamaah.

Salam Anti Korupsi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here