Penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MOU) antara Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Perpusnas, dilakukan pada Kamis ( 30/1/2019). Perjanjian Kerja Sama (PKS) juga dilakukan antara Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN) dengan Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando di Executive Longue Perpustakaan Nasional RI.

Kepala Perpusnas RI, M Syarif Bando menjelaskan bahwa MoU ini menjadi landasan untuk mengembangkan perpustakaan umum di daerah yang dibangun oleh pemerintah daerah. Pembangunan perpustakaan bukan hanya secara fisik saja, namun juga bagaimana menempatkan teknologi di daerah sehingga pada akhirnya fasilitas perpustakaan digital dapat digunakan dengan baik.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo juga menyampaikan terima kasih atas sumbangan 200.000 buku digital dan 50.000 buku cetak untuk Kemendagri dan IPDN.

“Kerjasama MoU dengan Perpusnas ingin membangun kerjasama, sinergi untuk menggerakkan dan mengorganisir seluruh daerah, mulai Provinsi hingga tingkat desa serta lembaga-lembaga daerah lain untuk setidaknya memberikan motivasi kepada masyarakat, pemahaman pentingnya mempelajari sebuah sejarah perjuangan bangsa, mempelajari ilmu pengetahuan, dan itu adalah wujud dari sebuah negara yang memiliki peradaban dengan baik. Perpusnas sudah menjadi ikon yg saya kira cukup besar yg saya kira akan mampu menjadi bagian yg tidak terpisahkan dari sebuah proses peningkatan. Hal ini sesuai dengan yang dicanangkan bapak Jokowi bahwa revolusi mental Indonesia harus dimulai dari pemahaman dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada. Apresiasi kami pada Perpusnas yang dengan cepat mengorganisir mulai dari pemerintah Provinsi sampai desa dan semua kelompok swasta agar semakin memahami konteks sebagai masyarakat yang baik.” jelasan Mendagri

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here