Ms Ayu, marketing Madina Islamic School.

Pandemi ternyata membawa pengaruh luar biasa pada dunia pendidikan Indonesia. anak-anak dipaksa sekolah daring menggunakan zoom dan guru pun harus bersibuk ria menyiapkan materi ajar secara online, sesuatu yang dulu hanya sesekali saja digunakan. Pada acara Madina Expo 2021 saya beruntung bisa bertemu dan berbincang singkat dengan Ms Sri Rahayu, S.Hum, bagian marketing Madina Islamic School sekaligus lulusan Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Apa saja obrolan kami, yukk simak ya.

K : “ Assalamu’alaikum Wr Wb. Bertemu lagi dengan saya, Kiki Handriyani. Hari ini saya berkunjung ke Madina Islamic School di Tebet dan bertemu dengan Ms Ayu dari bagian marketing. Hari ini kita akan ngobrol-ngobrol, ini kan sudah mau menjelang tahun ajaran baru. Kita mau cari tahu, nih Madina Islamic School itu selama masa pandemi ini bagaimana cara penerimaan murid barunya. Dan apa saja sih yang akan disampaikan Ms Ayu terkait siswa MIS?

A : “ Terima kasih banyak mbak Kiki sudah diberi kesempatan. Assalamu’alaikum Wr Wb. Alhamdulillah ya kita diberi kesempatan untuk bertemu, diberikan kesehatan. Kali ini saya akan menyampaikan informasi pendaftaran siswa baru untuk tahun ajaran 2021-2022. Di Madina Islamic School (MIS) sendiri Mbak Kiki memiliki tiga level, yaitu ECEP, itu levelnya untuk toodler usia 1 tahun 10 bulan, nursery 2 tahun 10 bulan, TK 3 tahun 10 bulan. Untuk SD atau kita menyebutnya PRIMARY, ada minimun usianya, nih yaitu 5 tahun 10 bulan. Kemudian untuk SMP atau SECONDARY berdasarkan dari kelulusan.

K : Kelulusan? Kelulusan itu maksudnya bagaimana?

A : Kelulusan itu misalnya dari SD dinyatakan lulus SD ya berarti mereka bisa mendaftar. Kalau SMP tidak ada batas usia minimum. Memang untuk kelas ecep, nih kok masih bayi sudah diterima?

K  : ‘ Nah, iya nih ada pertanyaan. Kalau di sekolah negeri kan minimal kan harus 7 tahun ya. Nah, kita jadi tertarik nih pengen tahu, kok di Madina boleh ya menginjinkan murid sebelum masa usia 7 tahun. Ada alasannya nggak, ms?

A  : ‘ Yang pertama untuk kelas SD ya? Kami di batas minimal 5 tahun 10 bulan itu sudah sesuai dengan referensi dari psikolog. Jadi nanti ketika mau masuk ke MADINA yang pertama kami tanyakan adalah usia yang terpenting. Ketika usia 5 Tahun 10 bulan siswa sudah diperkenankan untuk mendaftar. Setelah membeli dan mengisi formulir maka akan diadakan test. Salah satu tesnya adalah observasi kematangan. Dari situ kita akan melihat kemampuan anak-anaknya, apakah kemampuan sosial emosi, kemudian disiplin belajar, motivasi, kemampuan dasar untuk matematika, bahasa, bisa dilihat, nih dari hasil observasi. Selanjutnya akan melihat kemampuan akademis, jadi itu lebih kepada kemampuan membaca, menulis dan berhitung, baik dalam bahasa Indonesia mau pun bahasa Inggris. Selanjutnya juga akan dilihat kemampuan Iqro, sampai mana, itu digunakan sebagai bahan pemetaan. Misalnya anak-anak yang ingin Angus tapi kemampuan iqro-nya belum level 3 misalnya, nanti kami petakan, jadi anak-anak yang belum punya kemampuan sama sekali, kemudian anak-anak yang sudah punya basic walau pun sudah sampai iqro 3, nanti kami petakan. Supaya mempermudah pembelajaran tahfidz atau hafalan Alquran.

K : “ Ada pertanyaan menarik. Dalam satu kelas itu kan kemampuan siswa beda=beda. Apakah guru ini menerapkannya dalam menghadapi murid …..

A  : “Satu kelas kami ada 22 siswa untuk TK , dibantu 3 orang guru, jadi nanti ada dua orang guru :  satu best teacher, satu asisten dan satu guru tahfidz yang memang nanti akan dimasukkan kedalam kelas. Mengapa harus ada tiga orang guru? Supaya kondisi kelas kondusif, kan anak anak kelas 1 masih senang main, aura TK-nya masih terbawa. Kelas 1-3 didampingi tiga orang guru, kelas 4-6 hanya dua orang guru.

K  : “ Terus untuk cara belajarnya bagaimana, Ms dengan kemampuan siswa yang berbeda-beda? Misalnya kan ada satu materi, nih tentang berhitung untuk pemula kelas 1. Tapi setiap siswa kan berbeda cara penangkapannya, cara memahami. Apakah dalam satu waktu misalnya hari Senin, apakah belajarnya menyesuaikan dengan kemampuan siswa atau harus kejar target?   

A  : “Pencapaian harus tetap ada tapi kami akan sampaikan secara keseluruhan, nanti anak anak yang tertinggal di kelas sekunder biasanya akan didampingi lebih intens oleh guru, untuk beberapa pelajaran dengan kurikulum Cambridge, seperti sciense, math and English, untuk anak-anak kelas 1 memang banyak yang belum punya dasar. Itu kita membuat buku yg khusus untuk memperkaya kosakata, dimana mereka akan mengisi tiap hari, dibawa pulang, mereka menulis, jadi sudah aa kata-katanya. Jadi sambil belajar menulis dan menghafal. Dalam satu Minggu tugas dikumpulkan. Ini untuk bahasa Inggris. Kalau untuk matematika kurang lebih sama. Kalau misal ada yang agak kesulitan biasanya sepulang sekolah akan ada kelas dengan guru, supaya tidak terlalu ketinggalan dengan teman-temannya, apalagi yang dari Madina karena mereka sudah punya basicnya.

K  : “ Selama ini apakah ada kesulitan dengan siswa yang berasal dari TK Madina dan dari TK luar saat mereka disatukan dalam satu kelas?

A  : “Yang jelas ada, kelihatan, terutama yang basic bahasa Inggris. Anak-anak, kan banyak yang berasal dari TK yang tidak punya basic bahasa Inggris, mereka hanya mengetahui saja tapi tidak digunakan sehari-hari. Ini memang ada perbedaannya. Akhirnya membuat angegament untuk anak-anak yang mana membutuhkan dasar untuk bahasa Inggris. Baik nanti digunakan untuk matematika, science mau pun bahasa Inggris. Karena memang dari kelas 1 kami sering menggunakan untuk Cambridge buku pengantar bahasa Inggris.

K  : “ Berarti selama di kelas itu komunikasinya dua bahasa?

A  : “ Kita berharap kalau misalnya pelajaran Cambridge seperti Inggris dan science, menggunakan pengantar bahasa Inggris. Kemudian untuk kurikulum Diknas, seperti Tematik maka menggunakan bahasa Indonesia. Cuma untuk instruksi-instruksi di dalam kelas menggunakan bahasa Inggris. Kenapa harus bahasa Inggris? Supaya pembiasaan, nih anak-anak, dan memacu anak anak yang masih belum punya kemampuan bahasa Inggris mau menggunakan ilmunya dia.

K  : “ Ini satu hal yang menarik karena baru kelas 1 pun sudah dua bahasa. Karena anak kelas 1 kesulitan fokus ke pelajaran saja sudah sulit, apalagi ini ditambah dengan bahasa Inggris dan Indonesia dalam satu kelas. Ada perubahan nggak yang selama ini dipantau Madina, saat anak itu naik kelas 2?  Kita tidak bebricara siswa yang dari TK Madina ya karena kemampuannya sudah jelas. Bagaimana dengan anak-anak TK dari luar, apakah mereka bisa mengikuti temannya atau malah mungkin ada yang lebih melesat?

A   : ” Ya, memang untuk anak-anak dari TK luar di awal itu biasanya masih penjajakan, masih melihat, ada yang bisa cepet menyesuaikan pembelajaran di sekolah, ada yang masih harus pelan-pelan. Biasanya guru kelas akan konsultasi dengan sekolah, ada psikolog yang stand by di sekolah yang bisa diajak komunikasi, baik dengan orangtua, guru biasanya disampaikan nih, “ Ms, ini ada beberapa siswa yang begini, begini, begini” Nah, nanti psikolognya akan menyampaikan  treatmentnya kemudian setelah dilaksanakan, biasanya kita punya waktu sekitar  tiga bula, kemudian akan di evaluasi oleh psikolognya. Dari situ kalau misalnya belum ada kemajuan orangtua yang akan dipanggil. Nanti akan disampaikan, “ bu, ini kita sudah treatment tiga bulan, ini hasil kemampuannya, yuk kita sama-sama “ Nah, kemudian nanti akan disampaikan treat apa saja yang harus dilakukan orangtua. Tapi biasanya anak-anak kesulitan di hafalan. Karena masih anak-anaknya jadi masih kurang. Biasanya guru-guru tahfidznya yang upgrade. Jadi selain mereka menghafal alquran kemudian juga mempelajari kandungannya kemudian belajar membaca, juga ada games-nya, itu supaya memacu anak-anak untuk lebih rajin menghafal alquran. Tapi ya itu kendalanya rata-rata orangtua, “ Ms agak susah, nih hafalan alqurannya”, lebih ke motivasi diri anak-anak sih.

K  : “Ini masa pandemi covid kan belum 100% pulih, pemerintah juga sudah mengizinkan pintu untuk sekolah diperbolehkan Juli atau menyesuaikan dengan kesiapan pihak sekolah. Nah, dari pihak MADINA Islamic School sendiri bagaimana untuk kesiapan? Apa mau langsung shoot masuk karena anak-anak sudah bosan ya. Atau punya kebijakan sendiri yang pertimbangannya apa.

A   : “ Madina sendiri Insya Allah akan mengikuti apa yang menjadi anjuran dari Kemendikbud, walau pun dengan catatan. Sementara kemarin kami sudah koordinasi dengan pihak yayasan maupun pihak sekolah, karena tetep, kan yang menggunakan kan orangtua, nah sementara dari sekolah akan memfasilitasi anak-anak yang memang punya kebutuhan harus datang ke sekolah. Kalau memang mereka memang difasilitasi orangtua, kemudian proses belajar di rumah cukup lancar, orangtua juga menyerahkan ke anak-anak mau sekolah atau tidak, ya nanti kita fasilitasi di sekolah. Tapi kalau misalnya orangtuanya masih, ‘ miss kami masih takut, nih”. Ya, kami memang ada dua kelas, kelas yang memang khusus online dan khusus offline. Sementara sekolah sendiri Insya Allah di awal pandemi sudah menyiapkan tutorial untuk masuk kelas, kemudian juga sudah setting ruang-ruang kelasnya, jadi memang hanya 50 persen yang hadir, kemudian juga menyiapkan tempat cuci tangan, prokesnya sudah kami siapkan, semua sudah kami siapkan juga. Sementara kami juga sedang menunggu arahan dari Diknas, terutama dari yayasan, juga persetujuan orangtua.

K  : “ Teman-teman kita berharapnya tahun ajaran baru Juli 2021 ini keadaan sudah normal, ya. Karena sebetulnya anak-anak juga sudah boring, “ ini apa, sih sekolah kok ngerjainnya PR terus, tugas terus. Dunia anak-anak adalah dunia bermain, dunia anak anak adalah dunia untuk mereka bertemu dengan guru, kemudian dengan teman-teman, bercanda, menemukan ilmu-ilmu baru. Semoga kita berharap ini cepat berlalu ya, Ms. Karena guru juga capek (hahahha). Karena guru kan juga kerja lebih keras, effort-nya lebih banyak karena daring itu berbeda dengan saat kita bertatap muka. Oke, miss ada yang mau disampaikan buat orangtua calon siswa barangkali ada yang kepo pengen tahu gimana sih cara saya daftarin anak, saya pengen banget loh anak saya pintar – kalau nggak salah di Madina ada bahasa arab ya? Iya Tiga bahasa, loh, teman-teman, Arab, Inggris, bahasa iIdonesia. Oh, ya kalau di Madina juga ada tur ke mesir tapi itu untuk level SMP ya.

A   : “Jadi bapak ibu silakan mendaftar ke kami untuk tahun tahun ajaran baru 2021-2022. Bisa menghubungi ke nomor 081285355206, bisa terhubung langsung dengan saya atau bagian marketing. Sementara untuk pembelian formulir sementara offline supaya lebih enak, nih orangtua pengen tahu, gimana sih, ngobrol-ngobrol dengan kita lebih enak. Tapi tetap harus prokes. Buka dari Senin-Jumat pukul 09-14 sore. Insya Allah kami akan membantu putra putri bapak ibu untuk menjadi anak-anak yang tidak hanya punya kemampuan dari science, tapi juga kemampuan agamanya, bahasanya, komplit. Bapak ibu guru di sini membantu seoptimal mungkin.

Demikian obrolan singkat saya dengan Ms Ayu. Oh ya, ada satu yang unik di Madina Islamic School, yaitu untuk guru wanita dipanggil “ Ms” dan guru pria dengan sebutan “Mister”. Bagi para orangtua yang ingin mengetahui lebih lanjut profil dan kegiatan apa saja yang menjadi keunggulan Madina Islamic School, bisa kunjungi www.madinaschool.sch.id atau Instagram @madinaislamicschool. Salam Sejuta Semangat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here