Apakah kemampuan yang aku miliki ini adalah mukjizat atau kutukan?”

PT. RFA Films membuat gebrakan dalam dunia industri perfilman Indonesia. Jika film produksi sebelumnya bergenre komedi dan keluarga, kali ini genre horor jadi pilot project RA Pictures. Film ” SICCIN 6″ adalah film horor terkenal di Turki dan berhasil menduduki 5 besar film terhoror di dunia.

Importir Film

Satu hal yang menarik ketika di tengah euforia dunia hiburan di Indonesia yang dijejali dengan film Hollywood, Bollywood, drama Korea dan K-Pop, RA Pictures berani mengambil posisi baru sebagai importir film. Tidak tanggung-tanggung film Siccin 6 menjadi film pertama yang berhasil dibawa masuk setelah melalui serangkaian negosiasi antara dua PH dua negara.

Seperti yang dijelaskan bapak Frans selaku produser RA Pictures bahwa, ” RA Pictures membawa film ini ke Indonesia karena tidak sekedar materi tapi tetap untuk pembelajaran film di Indonesia. Evaluasi gambar, jumpscare luar biasa, kita pelajari dan kupas sama-sama bagaimana film luar bsia menghasilkan jutaan dollar. Dan RA Pictures memilih SICCIN 6 karena ini adalah satu penghargaan untuk RA Pictures. Ini film bukan film ecek-ecek karena harus bersaing ketat bagaimana agar film ini bisa masuk ke Indoensia. Karena selama ini SICCIN 1-5 hanya bisa dinikmati di Youtube saja,”

Lain pula dengan penjelasan Ibu Meli bahwa, ” Konsep film ini merupakan satu kesatuan, episode terakhir memiliki keterkaitan dengan episode yang lalu. Kita tentu menginginkan film Indonesia bisa go international tapi jelas kita butuh waktu untuk belajar. Ibaratnya seperti bayi kita perlu belajar mulai dari merangkak, jalan dan akhirnya berlari. Target market SICCIN saya yakin sesuai dengan target market Indonesia karena SICCIN ini film horor terseram di dunia tapi tidak masuk ke Indonesia,”

Jujur saya penasaran, loh waktu tahu SICCIN 6 adalah film horor Turki yang masuk 5 besar film terhoror di dunia. Keren banget secara saya selama ini hanya tahu film Turki dari film drama yang disiarkan oleh sebuah stasiun televisi. Hanya sebatas itu. Kalau pun tahu tentang negara Turki ya karena sejarah masa lalu dan berita politiknya saja, tidak lebih dari itu. Tapi saya bersama rekan-rekan blogger yang tergabung dalam komunitas BloMil beruntung bisa menghadiri presscon dan pemutaran perdana untuk awak media.

Kenapa bisa ya SICCIN 6 masuk kategori film terhoror ? Jujur, ini adalah film tentang dunia hitam, setan, dan bagaimana cara mengalahkan mereka. Tokoh Yasar, Efsun, Orhan, adalah tokoh yang memainkan peran sentral dalam film. Film yang berkisah tentang masalah antara Yasar dan ibu tirinya hingga membawa pada kasus pelik karena menyangkut dunia klenik. Baru lihat bangunan rumah di sana yang terbuat dari batu saja sudah membuat buku kuduk merinding. Kesan angker banyak ditampilkan lewat bangunan, tata cahaya, musiknya yang menggelegar membuat jantung hampir copot. Dengan tempo cepat Sutradara sekaligus penulis skenario SICCIN 6 yaitu Alper Mestci berhasil membuat penonton penasaran dan tidak sanggup beranjak dari tempat duduk sebelum film selesai. Para pemain berhasil tampil total dan meresapi karakternya.

Tapi satu keistimewaan film ini adalah film horor yang tak lepas dari ucapan dan kalimat dalam agama Islam. Dengan dukungan wardrobe dan make up yang baik, para pemain bisa tampil utuh seperti kembali ke era 80-an. Banyak sekali kalimat bijak dan renungan-renungan yang disampaikan dalam film terkait dengan dunia hitam. Sayang saya tidak sempat mencatat kalimat petuahnya yang panjang hanya saja intinya ketika kita ingin mengalahkan iblis maka kita harus bersikap dan berfikir seperti mereka, jangan malah menggunakan pola pikir manusia.

Film ini akan mulai tayang di bioskop pada 9 Oktober 2019 di seluruh jaringan bioskop Indonesia dan teman-teman bisa sekalian membawa alat tulis atau gunakan menu catatan di gawai ya. Pesan saya catat semua kalimat guru Orhan kepada tokoh Orhan. Sungguh, kalimatnya membuka cakrawala perenungan kita. Apakah Orhan berhasil mengalahkan iblis? Penasaran ya tunggu tanggal 9 Oktober 2019 ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here