Saya selalu tertarik saat berbicara tentang duniai pendidikan dan literasi. Dunia yang tidak akan mati selama manusia masih ada di bumi. Dunia tempat mendidik generasi penerus anak manusia yang sesuai kaidah agama dan norma susila. Apa yang terlintas di kepala saat mendengar nama negara Mesir? Rata-rata orang pasti akan berkata “piramida” dan “ Al Azhar” bukan? Ya, tidak salah. Mesir memang terkenal dengan Universitas Al Azhar, salah satu universitas tertua di dunia, tempat dimana lahirnya ulama-ulama besar Islam. Nah, sebagai salah satu sekolah islam terpadu berbasis Islam, Madina Islamic School memiliki satu keunggulan dalam program pendidikannya, yaitu “Student Visit to Egypt” yang berlangsung selama satu bulan, yaitu Desember – Januari. MIS sendiri menggunakan tiga kurikulum dalam pengajarannya, yaitu kurikulim Diknas, Cambrige dan Al Azhar. Dan tidak tanggung-tanggung, bahasa yang digunakan setiap hari pun tiga bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Inggris dan Arab.Kenapa Madina Islamic School juga menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa selama proses pembelajaran? Karena dari tiga kurikulum yang digunakan salah satunya adalah kurikulum Al Azhar, Mesir. Nah, sebagai salah satu pendukung kelancaran siswa dalam mempelajari agama dan bahasa Arab, maka MIS mengadakan acara tahunan Student Visit to Egypt. Yaitu sebuah program di mana siswa, guru pendamping dan peserta umum tinggal dan belajar bahasa Arab. Tahfidz, dan Tahsin langsung dari sumbernya, yaitu Mesir.

Saat siswa ke Mesir. (Foto : Madina News)

Tujuannya adalah :

1. Siswa mendalami bahasa Arab langsung dari penutur asli sekaligus tahsin dari Syech untuk mendapatkan sanad-nya.

2. Siswa mengkaji lebih dalam lagi peradaban Islam.

3. Mentadaburi kisah-kisah dan jejak sejarah para nabi yang ada di Mesir.

Selama berada di Mesir siswa tidak hanya belajar, namun juga berkesempatan mengunjungi destinasi wisata yang terkait dengan peradaban Islam. Antara lain Piramida dan Sphinx di Giza, Benteng Qitbay, Museum Fir’aun, Gunung Sinai,  Sharm El Syekh, Alexandria dan menyusuri sungai Nil dengan kapal ke Luxor dan Aswan.  Siswa pun belajar adab dan ketrampilan hidup dalam berinteraksi dengan masyarakat. Edukasi trip ke Mesir diakhiri dengan wisuda siswa. Lantas siapa yang bertanggungjawab dengan program Egypt ini? Salah satunya adalah Ms. Ririn atau Fajar Arini Virgiyanti, S.Si, M.Pd selakuPrincipal of Secondary. Bergabung di Madina Islamic School sejak tahun 2010, lulusan dari Universitas Negeri Jakarta dan Sekolah Pascasarjana Uhamka ini terlihat asyik dan akrab membimbing para siswa tur secara virtual ke Mesir saat acara Madina Expo 2021. Nah, bagi calon orangtua siswa yang ingin menyekolahkan putra-putrinya ke Madina Islamic School di Tebet, Jakarta Selatan bisa kunjungi www.madinaschool.sch.id, instagram @madinaislamicschool atau telepon ke 021.8312311 untuk informasi tentang trip edukasi ke Mesir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here